Teks Editorial 2

Dampak Buruk Sistem Pendidikan Indonesia 

Pernyataan Pendapat 

Pendidikan adalah suatu keharusan yang harus dijalankan oleh semua warna negara. Karena  keharusan ini suatu negara termasuk negara Indonesia memiliki SDM yang mumpuni dan  kualitasnya semakin meningkat setiap tahunnya. Program pemerintah selalu di upgrade  setiap tahunnya dengan harapan membawa dampak yang lebih baik lagi bagi pelajar  Indonesia. 

Jika melihat beberapa hal baik yang terjadi belakangan ini seperti pelajar Indonesia yang  memenangkan olimpiade Internasional mungkin bisa dijadikan acuan kesuksesan program  pendidikan yang dijalankan pemerintahan. Tetapi masyarakat lupa beberapa hal. Hanya  beberapa persen dati total keseluruhan pelajar saja yang mendapatkan dampak baik dari  pendidikan jika dilihat dari tingkat kesejahteraan mental pelajar. 

Argumentasi 

Beberapa tahun belakangan banyak ditemukan kasus kekerasan pelajar terhadap semama  pelajar bahkan ditemukan kekerasan terhadap guru. Jika ditelusuri lebih dalam beberapa  kasus terjadi karena murid-murid merasa tertekan dengan mata pelajaran yang diajarkan  dan berakhir mencari pelampiasan. 

Jam belajar yang tinggi akan tekanan juga menyebabkan beberapa anak membangkang dan  memilih tidak menaati peraturan sekolah. Beberapa dari mereka mungkin bersinar di  sepakbola, tetapi banyak juga anak-anak selama berjam-jam menghabiskan waktu tanpa  tujuan berseliweran di kantin atau lebih buruk lagi merokok di toilet. Bagi sebagian kecil  anak-anak belajar disekolah itu mengerikan. 

Pasti masyarakat sering mendengar berita bahwa banyak anak-anak sekolah yang membolos  sekolah. Hal itu terjadi karena pelajar dirasa sangat membosankan dan juga sangat  menekan. Tidak bisa dipungkiri, setiap anak memiliki bakat masing-masing. Tidak bisa  digeneralisir mereka harus menguasai mata pelajaran yang sama. Jika dipaksakan pasti  dapat melemahkan semangat. Lebih buruk lagi adalah kesenjangan antara pelajaran  semakin besar. Hal ini menyebabkan anak-anak bersaing tidak sehat dan berujung berkelahi  atau mengintimidasi. 

Faktanya adalah bahwa sekarang sekolah menengah memberlakukan sistem full day school  yang mengharuskan para siswa tinggal lebih lama di sekolah. Waktu istirahat mereka tentu  berkurang. Apalagi untuk siswa yang mengikuti les tambahan diluar jam sekolah. Dan juga  tugas-tugas sekolah yang wajib dikerjakan.

Secara keseluruhan anak-anak sekolah kekurangan ruang bermain dan istirahat. Pada saat  yang sama, anak-anak melaporkan kurang memiliki kesempatan untuk bersosialisasi dengan  teman di luar sekolah. Karena kurangnya sosialisasi ini kecemasan yang meningkat dan  beberapa di antaranya dibenarkan. 

Hal yang dirasa cukup buruk karena anak-anak akan beralih mencari kesibukan lain yaitu  bermain smartphone. Daya tarik game dan media sosial telah berkontribusi pada perubahan  waktu luang mereka yang sedikit. Saat ini sudah sering dijumpai bahwa pada hari sekolah  juga, beberapa anak muda telah kehilangan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain  untuk bermain game, berlarian, bertukar berita. 

Stres ujian dan penyakit mental di kalangan remaja adalah hal yang perlu diperhatikan lebih  jauh. Sekolah adalah untuk pendidikan. Sekolah adalah tempat orang belajar berteman dan  bergaul dengan orang lain. Selama masa kanak-kanak, anak-anak mengembangkan karakter  dan minat mereka. Selain itu juga memberi kesempatan untuk mengekspresikan  

pandangan. Semua ini adalah bagian dari persiapan untuk kehidupan dewasa. 

Penegasan Ulang Pendapat 

Para peneliti menunjukkan kekhawatiran tentang standar yang mendorong sekolah untuk  memasukkan sebanyak mungkin pembelajaran formal. Dan kekhawatiran tentang perilaku  yang membuat mereka memandang sekolah secara negatif. Latar belakang penyebab stigma  ini adalah budaya di mana semakin banyak waktu yang digunakan untuk belajar maka  semakin tinggi pula persentase kecerdasan yang didapatkan. Padahal tidak seperti itu  sepenuhnya. 

Orang-orang dari segala usia membutuhkan kesempatan untuk beristirahat dan orang tua harus mendorong anak-anak untuk tumbuh dengan baik. Hak untuk memperoleh  ketenangan jiwa dibutuhkan agar proses belajar bisa maksimal.


Komentar